Istaka Karya sudah pailit, gimana nasib karyawannya?

Istaka Karya sudah pailit, gimana nasib karyawannya?

Istaka karya

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan BUMN Istaka Karya pailit karena tidak mampu memenuhi kewajibannya yang jatuh tempo pada akhir tahun 2021.

Staf khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga angkat bicara soal pegawai setelah Istaka dinyatakan pailit.

Selain keputusan manajemen, karyawan Istaka nantinya dapat ditempatkan di BUMN lain di bidang serupa yang membutuhkan sumber daya manusia (SDM), kata Arya. istaka

“Terkait dengan pegawai yang ada, kami serap di BUMN sejenis yang memang mereka butuhkan, kami akan melakukan hal yang sama. Jadi itu saja,” katanya kepada wartawan, Selasa (19 Juli 2022).

Sementara itu, Kementerian BUMN menghormati putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang mengabulkan permohonan PT Riau Anambas Samudra untuk membatalkan perjanjian damai (sertifikasi). istaka karya

“Semua terserah pengadilan dan kurator, jadi mereka memutuskan staf dan sebagainya, jadi kami menunggu kurator memutuskan,” jelasnya.

Sebagai informasi, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan permohonan PT Riau Anambas Samudra untuk membatalkan perjanjian damai (sertifikasi).

Keputusan ini tertuang dalam Keputusan 4. 26/Pdt.Sus-Peace Dibatalkan/2022/PN Niaga Jkt.Pst.Joe. Tidak. 23/Pdt-Sus-PKPU/2012/PN.Niaga.Jkt.Pst, tanggal 12 Juli 2022.istaka karya

Berdasarkan Putusan Damai No. 23/PKPU/2012/PN Niaga Jakarta Pusat tanggal 22 Januari 2013, Istaka Karya tidak dapat memenuhi kewajibannya yang jatuh tempo pada akhir tahun 2021 sehingga membatalkan akreditasi.

Sementara itu, Yadi Jaya Ruchandi, Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (PPA), mengatakan pihaknya menghormati putusan pengadilan yang membatalkan sertifikasi Istaka untuk memberikan kepastian hukum kepada semua pihak. istaka karya

“Semua kewajiban Istaka kepada pihak ketiga, termasuk kewajiban gaji dan pesangon kepada mantan pegawai, akan diselesaikan melalui kurator penjualan seluruh aset perusahaan melalui mekanisme lelang sesuai dengan putusan pengadilan,” katanya.

Kinerja Istaka Karya belum menunjukkan peningkatan sejak keputusan akreditasi dibuat pada 2013. Per 2021,

total kewajiban Istaka adalah Rp 1,08 triliun dan modal saham perusahaan negatif Rp 570 miliar. Sedangkan total aset perseroan mencapai Rp 514 miliar.

Menyusul keputusan pembatalan akreditasi, kurator yang berwenang sebagai manajemen perusahaan akan memutuskan kelanjutan proyek yang sedang berjalan.

Para kurator akan melanjutkan proyek-proyek yang menggiurkan agar bisa digunakan untuk melunasi utang Istaka.

“Kami berharap semua pihak menghormati dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan,” pungkasnya.